KOMISI II DPRD PROV. JAMBI KUNJUNGI PEMKAB BATANG HARI

Empat orang Anggota ( DPRD ) Legislatif dari Komisi II yakni : Drs.H. Tamar Tarewe, Safruddin Dwi Apriyanto, Drs.H.M. Yunus dan 2 eksekutif dari Sekretariat DPRD dan Dinas Perkebunan Prov. Jambi yakni Abdul Munir dan Drs. Sukarmin dipimpin Hj. Azizah Daryati Uteng Suryadiyatna, Rabu, 21 Januari 2009 pukul 09.30 WIB tiba di Muara Bulian Kab. Batang Hari disambut oleh Bupati Batang hari diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Ir. Erfan, ME, Kepala Dinas Instansi serta pejabat teras Kab. Batang Hari dalam suatu pertemuan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Batang Hari di Jalan Sudirman Muara Bulian.

Pimpinan rombongan Azizah Uteng pada kesempatan tersebut menjelaskan, Komisi II DPRD Prov. Jambi berjumlah 11 orang namun yang hadir saaat ini ada 4 orang, 7 orang diantaranya tidak bisa hadir karena ada urusan kedinasan lain yakni : Ir. Feriyanto, Hj. Noni Zulhijaini, SE, Mirza Ansyori, SH, H. Safri, AL, SMHk, Umardani Usman, BA, Hj. Nurhasanah dan Drs.H. Mahmud Ishak, dan tujuan kunjungan kerjanya di Batang Hari selain untuk mempererat tali silaturrahmi juga mengharapkan agar Pemkab Batang Hari dapat memberikan masukan, penjelasan tentang kegiatan Pembangunan di Kab. Batang Hari yang berhubungan dengan tugas Komisi II DPRD Prov. Jambi, seperti bidang Pertanian, peternakan, perkebunan dan ekonomi.

Sementara itu Bupati Ir. Syahirsah pada Eksposenya dibacakan Ir. Erfan mengatakan, Kab. Batang Hari lahir tanggal 1 Desember 1948, dibentuk berdasarkan Peraturan Komisaris Pemerintah Pusat di Bukit Tinggi No.81/Kom/U tanggal 3 Nopember 1948 tentang pembentukan Kab. Batang Hari dalam Prov. Sumatera Tengah.

Dalam perjalanannya Kab. yang bersemboyan Bumi Serentak Bak Regam ini telah 2 kali mengalami pemekaran, mulai dari pemekaran yang melahirkan Kab. Tanjab sampai pemekaran yang melahirkan Kab. Muaro Jambi sesuai UU No. 54 tahun 1999, sehingga saat ini Batang Hari memiliki luas hanya 5.809,43 KM persegi, terdiri dari 8 Kecamatan, 13 Kelurahan dan 100 Desa, berpenduduk hingga Desember 2007 sebanyak 202.413 jiwa, dengan kepadatan penduduk rata-rata 38 jiwa/km persegi dan laju pertumbuhan penduduk 2,23 % Namun sesuai dengan data statistik Batang Hari Dalam Angka tahun 2007 jumlah penduduk Batang Hari 222.512 jiwa.

Sesuai semangat otonomi daerah Pemkab Batang Hari memiliki Misi “ Masyarakat Batang Hari yang maju, adil dan sejahtera berdasarkan ketaqwaan“, dengan misi : untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan rakyat, percepatan pemerataan pembangunan, mewujudkan pemerintahan daerah yang profesional, akuntable, partisipasif, efektif dan efisien serta mewujudkan tatanan masyarakat yang agamis, demokratis serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM, yang menempuh 3 strategi pokok pembangunan yakni Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, peningkatan peran serta masyarakat serta Pemerintahan yang baik ( Good Governance )

Untuk arah kebijakan terdapat 5 agenda pembangunan tahun 2006-2011 yakni meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kesejahteraan rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, menyelenggarakan pemerintahan daerah yang profesional, akuntable, partisipasif, efektif dan efisien menuju tata pemerintahan yang baik serta mewujudkan lingkungan masyarakat yang harmonis.

Disamping itu untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan, Kab. Batang Hari dibagi menjadi 3 kawasan yakni kawasan pertumbuhan Muara Bulian (Kec. Muara Bulian, Bajubang dan Pemayung) dengan komoditi karet, sawit, minyak bumi, pertanian, peternakan perikanan dan industri. Kawasan pertumbuhan Muara Tembesi meliputi Kec. Muara Tembesi, Maro Sebo Ilir dan Batin XXIV dengan komoditi Karet, Kelapa sawit, pertanian tanaman pangan dan perikanan, serta kawasan pertumbuhan Sungai Rengas yang meliputi Kec. Mersam dan Maro Sebo Ulu dengan arah komoditi berupa Karet, sawit, pertanian tanaman pangan, peternakan dan perikanan dan industri.

Menurut Bupati, Batang Hari memiliki potensi SDA antara lain hutan tropika humanida yang kaya sumber plasma nutfah dan lahan potensial untuk dikelola sebagai budi daya pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, dan Mata pencaharian dominan penduduk Kab. Batang Hari adalah sektor Pertanian sebesar 63,15 persen dan sektor lain yang cukup besar peranannya adalah sektor perdagangan sebesar 13,63 persen.

Tahun 2007 struktur perekonomian Kab. Batang Hari berbasis pada sektor pertanian, Perdagangan, hotel dan restoran, Jasa-jasa, Industri pengolahan, Pertambangan dan Penggalian. Kontribusi dari sektor pertanian sebesar 27,58 persen dan sub sektor tanaman perkebunan sebesar 14,30 %. Tahun 2006 Perkembangan ekonomi Kab. Batang Hari, menghasilkan nilai tambah bruto sebesar Rp. 1.887.868,64 dan untuk tahun 2007 meningkat menjadi Rp.2.211.685,26.

Sektor Pertanian tanaman pangan dilihat dari luas panen, produksi dan produktivitas tahun 2005, yaitu 8.219 Ha, produksi padi sebanyak 28.788 ton gabah kering panen dengan produktivitas 3,50 ton/Ha, ini dikukung dengan adanya pembangunan irigasi dan pompanisasi di Kab. Batang Hari pada tahun 2005 dengan panjang saluran irigasi 54.765 meter yang mampu mengairi sawah seluas 5.514 Ha.

Sektor peternakan, untuk meningkatkan produksi dilaksanakan melalui program Inseminasi Buatan (IB) dan kawin alam. Pada Tahun 2005 ayam ras berjumlah 2.476.125 ekor, sedangkan ayam kampung berjumlah 327.740 ekor, untuk perkembangan ternak sapi berjumlah 7.135 ekor sedangkan populasi kerbau sebanyak 13.995 ekor.husus untuk ikankerambah tahun 2005 keramba apung sebanyak 2.470 dengan produksi 2.222,4 Ton.

Sektor Perkebunan merupakan sumber mata pencarian utama penduduk Batang Hari, Tanaman karet merupakan tanaman utama rakyat dengan produksi sebesar 48.902,5 ton pada Tahun 2007. Saat ini seluas 27.000 Ha tanaman karet tersebut telah tua, dan sejak 2 (dua) tahun terakhir ini sudah menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera mengupayakan peremajaan dengan bibit unggul bermutu yang secara bertahap dianggarkan pada APBD Kab. Batang Hari.

Inpra struktur seperti Jalan, sampai Tahun 2007 panjang jalan menurut jenis permukaan di Kab.Batang Hari yaitu sepanjang 796,244 Km yang terdiri dari Aspal 430,672 Km, jalan kerikil 79,137 Km dan jalan tanah 286,435 Km.

Pada Tahun 2007 dibangun jaringan listrik untuk 10 desa, pada tahun 2008 dibangun gardu induk PLN kultur Palembang, Tahun Anggaran 2009 diupayakan untuk membangun jaringan listrik untuk 21 desa dalam wilayah Kab. Batang Hari,saat ini tiang dan kabel sudah terpasang sehingga diharapkan seluruh Desa dalam kab. Batang hari sudah dialiri Listrik.

Disesi tanya jawab yang dipandu Ir. Erfan, 3 orang anggota DPRD yang mengajukan pertanyaan seputar Tupoksi Komisi II, khususnya tentang program Repanting karet, pembangunan kebun sawit, bantuan Keramba dan lain sebagainya, semua pertanyaan dapat dijawab oleh Bupati dan Dinas Instansi terkait dengan lugas dan tegas, sehingga wakil rakyat dari Prov. Jambi puas dengan jawaban yang diterimanya, hingga acara berakhir yang ditandai dengan tukar menukar cinderamata dari kedua belah pihak.


Bye : Team IT KPDE

HOME