Minggu, 23 November 2014 | 12:26:11
Sektor Industri
Diposting Oleh KPDE Kab. Batang Hari | 30 Januari 2013

A.   SEKTOR  INDUSTRI

1. Perkembangan Komoditi Perkebunan

a. Komoditi Kelapa Sawit

Secara keseluruhan luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Batang Hari seluas 68,316,25 Ha dengan lahan yang terdiri dari 9,531,81 Ha tanaman yang belum menghasilkan (TBM) 54,875,44 Ha tanaman menghasilkan ( TM ) dan 3,909 Ha tanaman tua/tanaman rusak (TT/TR), dengan produksi 181,335 Ha Ton Tbs/ tahun.Secara rinci data Luas Areal dan Produksi Komoditi serta sistim pengelolaan perkebunan kelapa sawit Kabupaten Batang Hari dapat dilihat pada tabael berikut  :

Tabel  2   :  Luas Areal dan Produksi Komoditi Kelapa Sawit Kabupaten Batang Hari

NO

Sistem Pengelolaan

Luas Araal( Ha )

Produksi( Ton )

Ket

1.

2.

3.

Perkebunan Rakyat

BUMN / PTP

Perusahaan Besar Swasta Nasional ( PBSN )

32,278

  2,237

     33,801,25

75,661

7,308

98,366

-

-

-

 

JUMLAH

68.316.25

181.335

 

Sumber  :  Statistik Dinas Perkebunan Kabupaten Batang Hari    2011

Perkebunan kelapa sawit yang dikelola Perusahaan Besar Swasta Nasional (PBSN) di Kabupaten Batang Hari yang memiliki industri pabrik pengelolaan hasil TBS dengan hasil produksi berupa CPO (Crude Palm Oil) ada 6 (enam) perusahaan. Perkembangan pabrik kelapa sawit  (PKS) ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini  :

Tabel   3.  Jumlah dan Kapasitas produksi industri

pengolahan tandan buah segar kelapa sawit

Kabupaten Batang Hari

NO

Perusahaan

Jumlah PKS

( unit )

Produksi

( ton )

Ket

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

PT. Tunjuk Langit Sejahtera

PT. Indo Sawit Subur

PT. Asiatic Persada

PT. Kedaton ( PKS )

PT. Humusindo.

1

1

1

1

1

   30   Ton / Jam

60  Ton / Jam

42  Ton / Jam

45  Ton / Jam

15  Ton / Jam

-

-

-

-

-

 

JUMLAH

5

  192/Ton/Jam  

 

Sumber  : Statistik Dinas Perkebunan Kabupaten Batang Hari, 2012.

Perkembangan hasil produksi komoditi kelapa sawit Kabupaten Batang Hari akan terus meningkat sejalan dengan penambahan areal kebun dan mulai produksinys kebun kelapa sawit siap panen.

 

b . Komoditi Karet

Secara keseluruhan luas perkebunan karet di Kabupaten Batang hari seluas 111.758 Ha dengan tingkat produksi yang terdiri dari  21.944 Ha tanaman yang belum menghasilkan (TBM), 75.439 Ha tanaman menghasilkan (TM) dan 14.375 Ha tua/tanaman rusak (TT/TR), dengan produksi 62.728 Ton / tahun. Secara rinci data Luas Areal dan Produksi Komoditi serta sistim pengelola perkebunan karet Kabupaten Batang Hari d dilihatvpada tabel berikut  :

 

Tabel   4. Luas Areal dan Produksi Komoditi Karet

Kabupaten Batang Hari

 

NO

 Sistem Pengelolaan

Luas Areal

( Ha )

Produksi

( Ton )

Ket

1

2

3

 

Perkebunan Rakyat

BUMN / PTP

Perusahaan Besar Swasta Nasional ( PBSN )

111.758

-

-

62.728

-

-

-

-

-

 

JUMLAH

111.758

62.728

 

Sumber  :  Statistik Dinas Perkebunan Kabupaten Batang Hari   2012 Kabupaten Batang Hari

 

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Provinsi Jambi bahwa   pada tahun 2012, velume ekspor komoditi karet yang berasal dari Kabupaten Batang Hari sebanyak  37.781.305 Kg dengan nilai sebesar 170.756.345,45 U$ dimana jenis komoditi ekspor berupa karet slab.

Saat ini di Kabupaten Batang Hari baru ada satu ( 1 ). Perusahaan Pengelola hasil produksi komoditi karet yaitu PT. Aneka Bumi Pratama (ABP) yang mengelola komoditi karet menjadi slab dan lateks pekat (bahan setengah jadi). Dengan produksi  72.000 ton / Tahun. Perkembangan hasil produksi komoditi karet Kabupaten Batang Hari akan terus meningkat sejalan dengan penambahan areal kebun dan mulai produksinya kebun karet yang siap sadap.

2. Peluang Investasi Industri Hilir

  1. a.   Industri Pengolahan CPO menjadi Bahan Jadi

Pengolahan hasil Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO)yang baru dikelola oleh Lima (5) Perusahaan Besar Swasta (PBSN) dengan nilai produksi 192 Ton/Jam akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya produksi TBS. disamping itu pula tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya investor lain yang berminat menanamkan modal disektor industry pengolahan TBS menjadi CPO yang berarti akan meningkat pula volume produksi CPO.

Pengelolaan komoditi kelapa sawit khususnya di Kabupaten Batang Hari saat ini baru sebatas memproduksi CPO dalam arti bahwa belum adanya perusahaan (investor) yang begerak dalam pengembangan produksi CPO menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi.

Secara teoritis potensi bahan baku CPO dapat diolah lebih lanjut menjadi produk olahan turunan yaitu sebagai bahan baku pembuatan minyak goring,mentega dan sabun,sedangkan limba padat dalam bentuk cangkang dan tandan kosong dapat dimanfaatkan untuk memproduksi kertas,mulsa dan kompos pembuatan CPO sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Berdasarkan data potensi yang tersedia,diharapkan adanya investor yang berminat untuk menanamkan  investasi di sektor industri hilir dengan beberapa peluang usaha atau jenis industri yang mungkin dapat dikembangkan seperti  :

 

  1. Industri Minyak Goreng .
  2. Industri Mentega.
  3. Industri Lilin.
  4. Industri CKO ( Crude Kernel Oil ).
  5. Industri Bio Diesel.
  6. Sabun.
  7. Pembuatan Kompos .
  8. dll.

Dengan adanya industri ilir di Kabupaten Batang Hari, diharapkan dapat memberikan konstribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta membantu program pemerintah dalam mengatasi tingkat pengangguran tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan .

  1. b.   Industri Pengolahan Karet Menjadi Bahan Jadi.

Pengolahan hasil produksi karet di Kabupaten Batang Hari,saat ini di kabupaten Batang Hari baru ada satu ( 1 ) Perusahaan Pengolahan hasil produksi komoditi karet yaitu  PT. Aneka Bumi Pratama (PT. ABP) yang mengolah komoditi karet menjadi slab dan lateks pekat (bahan setengah jadi). Dengan produksi  72.000 ton / Tahun

Pengelolaan komoditi karet khususnya di Kabupaten Batang Hari saat ini baru sebatas memproduksi bahan mentah dalam arti bahwa belum adanya perusahaan (investor) yang bergerak daalm pengembangan produksi karet menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi.

Secara teoritis potensi bahan baku karet dapat diolah lebih lanjut menjadi produk olahan turunan yaitu menjadi industri Slab, Latek Pekat, Ban, Sarung Tangan, Kondom, Balon, Rubber Seal  dan produk bahan karet lainya.

Berdasarkan data potensi yang tersedia, diharapkan adanyainvestor yang berminat untuk menanamkan investasi di sektor industri hilir (pengolahan karet) dengan beberapa peluang usaha atau jenis industri yang mungkin dapat dikembangkan seperti  :

  1. Industri Ban
  2. Industri Sarung Tangan
  3. Industri Laket Pekat
  4. Industri Kondom
  5. Industri Bahan Plastik

Dengan adanya industri hilir di Kabupaten Batang Hari, diharapkan dapat memberikan konstibusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang ada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta membantu program pemerintah dalam mengatasi tingkat pengangguran tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan.