Kamis, 23 Oktober 2014 | 09:17:08
PERKEBUNAN
Diposting Oleh KPDE Kab. Batang Hari | 30 Januari 2013

A.   PERKEBUNAN

1. POTENSI DAN KEBIJAKAN BIDANG PERKEBUNAN BATANG   HARI

1.1. POTENSI

Posisi geografis Kabupaten Batang Hari yang terletak diantara 1015’ dan 202 LS dan antara 102030’ BT dan 104030’ BT.  Daerah ini beriklim tropis dengan tingkat elevasi sebagian besar dataran rendah, dengan ketinggian antara 11 s.d 100 meter dpl (92,67%). Sisanya antara 101 s.d 500 meter dpl.Letak geografis tersebut merupakan karunia tuhan yang sangat mendukung untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar.

Bagi Kabupaten Batang Hari sektor perkebunan merupakan sektor paling dominan dan berperan besar dalam perekonomi daerah.Besarnya peran sektor perkebunan dilihat variabel ekonomi, yaitu kontribusinya terhadap PDRB, penyerapan tenaga kerja dan ketersediaan sumberdaya alam.Sektor perkebunan merupakan sektor yang tertinggi kontribusinya terhadap PDRB Batang Hari.  Pada tahun 2006 kontribusi sektorperkebunan terhadap PDRB atas dasar Harga Konstan sebesar 16,73%, tahun 2007 sebesar 16,83%, tahun 2008 sebesar 16,55% dan pada tahun 2009 tetap sebesar 16,55%.  Sekalipun adanya kecenderungan menurun, namun secara kuantitatif perkembangan sektor ini cukup signifikan.

Besarnya peranan sektor perkebunan terhadap perekonomian Batang Hari dapat pula dilihat dari “share”-nya terhadap penyerapan tenaga kerja yang masih sangat signifikan, yaitu sekitar 64,09% dari total rumah tangga masyarakat Batang Hari hidup sebagai petani pada sektor perkebunan.  Kondisi ini didukung oleh ketersediaan sumberdaya alam di sektor perkebunan.Dari luas wilayah 518.035 Ha, memiliki potensi bidang perkebunan sebesar ± 336.722 ha atau ± 65 % terutama untuk komoditi karet dan kelapa sawit.

Mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Batang Hari, bahwa salah satu misi yang hendak diemban pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam lima tahun ke depan (2011-2016) adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih sangat khas, yang diwarnai oleh masyarakat pertanian, terutama perkebunan.  Meskipun memiliki trend yang cendrung menurun, mayoritas masyarakat Kabupaten Batang Hari masih hidup dari sektor perkebunan.  Pada tahun 2010, sekitar 64,09 persen dari total rumah tangga masyarakat Kabupaten Batang Hari yang hidup sebagai petani perkebunan.  Besarnya persentase jumlah penduduk Kabupaten Batang Hari yang masih hidup dari sektor perkebunan menunjukkan bahwa sektor ini masih merupakan sektor sentral dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Disamping itu kontribusi sektor perkebunan yang masih cukup besar terhadap PDRB daerah juga merupakan alasan yang kuat untuk menjadikan revitalisasi perkebunan sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang Hari.

Revitalisasi perkebunan pada hakekatnya tidak hanya semata meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap perolehan PDRB, tapi lebih dari pada itu melalui prioritas pembangunan tersebut, akan tercipta lapangan pekerjaan yang lebih besar sehingga tingkat pengangguran dapat ditekan, jumlah keluarga miskin dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.  Pada gilirannya, ekonomi Kabupaten Batang Hari yang berbasis kerakyatan dapat terwujudkan.

Sektor perkebunan di Kabupaten Batang Hari diwarnai dengan usaha perkebunan dua komoditas unggulan karet dan kelapa sawit.   Pada akhir tahun 2010 tercatat luas tanaman karet di Kabupaten Batang Hari 111.619 Ha dengan produktivitas 830 kg/Ha/tahun.  Dari luas tanaman 111.619 Ha, yang terdiri dari tanaman muda / belum menghasilkan seluas 21.299 Ha (19,08%). tanaman menghasilkan 75.347 Ha (67,50%) dan tanaman karet tua/ rusak 14.973 Ha (13.41%).

Sedangkan komiditi kelapa sawit pada akhir tahun 2010 angka sementara tercatat seluas 66.674,7 Ha dengan produktivitas 3.307 kg CPO/ha/tahun yang terdiri dari yang terdiri dari tanaman muda / belum menghasilkan seluas 9.571,2 Ha (14,32%).tanaman menghasilkan 53.615,5 Ha (80,41%) dan tanaman tua/ rusak 3.488 Ha (5,23%).

Dari luas 66.674,7 Ha tersebut meliputi perkebunan rakyat 32.003 Ha (47,9%), Perkebunan BUMN/PTP 2.225 Ha (3,35%), dan Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) seluas 32.435,1 Ha (48,6%).

Secara umum masalah pokok yang dihadapi pada sektor perkebunan adalah rendahnya produksi dan produktivitas serta mutu produksi.Hal ini diantaranya disebabkan karena luasnya tanaman tua atau rusak terutama untuk komoditi karet dan rendahnya mutu bibit yang digunakan dan mutu produk.Selain itu masih banyak potensi perkebunan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Produktivitas yang rendah disertai oleh penguasaan teknik produksi yang kurang memadai, distribusi pemasaran yang kurang baik menyebabkan posisi tawar petani karet menjadi lemah.Pada gilirannya pendapatan petani dari usaha perkebunan karet rakyat menjadi sangat rendah.  Dengan harapan akan dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik, sejumlah lahan perkebunan karet tua dewasa ini telah pula dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

1.2 VISI DAN MISI

Visi Bidang Perkebunan Kabupaten Batang Hari “Terwujudnya Sumberdaya Kebun secara Lestari untuk masyarakat Batang Hari yang Maju, Adil dan Sejahtera berdasarkan Ketaqwaan”. Visi tersebut menggandung makna Terwujudnya pengembangan perkebunan dalam suatu penataan wilayah dengan memperhatikan kelestarian alam melalui pengintegrasian perencanaan kegiatan, produksi, pengolahan, distribusi, kegiatan off farm and on farm dalam suatu manajemen berdasarkan azas kekeluargaan, ekonomi, kesejahteraan masyarakat/petani, secara berkeadilan menjamin penetapan usaha yang harmonis dan berkesinambungan berlandaskan ketaqwaan.  Misi di bidang perkebunan Kabupaten Batang Hari adalah sebagai berikut :

 

  1. Meningkatkan pengelolaan sumberdaya kebun secara lestari.
  2. Meningkatkan produktifitas dan efisiensi usaha perkebunan yang berorientasi kepada agribisnis.
  3. Meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat/petani dan pembangunan perkebunan yang berkeadilan.
  4. Menciptakan kondisi yang menjamin peluang berusaha bagi lembaga masyakarat untuk mengembangkan diri di sub sektor perkebunan.
  5. Optimalisasi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, yang ramah lingkungan dalam proses produksi, pengolahan dan distribusi.
  6. Percepatan penerapan teknologi dalam bidang teknis, ekonomi dan manajemen melalui peningkatan kemampuan sumberdaya manusia yang berlandaskan ketaqwaan.

1.3. TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BIDANG PERKEBUNAN

Tujuan yang diinginkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Batang Hari dalam kaitannya dengan visi dan misi bidang perkebunan di atas adalah :

  1. Meningkatkan pemanfaatan potensi lahan perkebunan untuk mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
  2. Meningkatkan produksi dan produktifitas komoditi perkebunan.
  3. Meningkatkan mutu produk perkebunan.
  4. Meningkatkan ketersediaan bibit perkebunan secara lokal dan berkualitas.
  5. Meningkatkan pendapatan petani perkebunan melalui peningkatan mutu produk perkebunan, peluang pasar, kemandirian petani dalam pemasaran produk.
  6. Meningkatkan peluang investasi sub sektor perkebunan.

Mengacu kepada visi dan misi di atas, maka sasaran yang ingin dic