SELAMAT DATANG DI WEBSITE KABUPATEN BATANG HARI (www.batangharikab.go.id)
Home | Peluang Investasi | Arsip Berita |Kontak | E-mail | Register | Login
ARSIP BERITA
April, 2010
Maret, 2010
Februari, 2010
Januari, 2010
Desember, 2009
November, 2009
Oktober, 2009
September, 2009
Agustus, 2009
Juli, 2009
Juni, 2009
Mei, 2009
Lainnya
 
Info Terkini
 

Untuk menyatukan Visi dan persepsi  aparatur Pemerintah Kab. Batang hari dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP ), Senin, 15 Desember  2008 pukul 10.00 WIB  Pemkab Batang Hari bekerja sama dengan PKKI menggelar Bimbingan Teknis  Penyusunan LAKIP  selama Tiga hari mulai tanggal 14 sampai 16 Desember  2008 di Hotel Abadi Jambi. Selengkapnya

 

 
Polling
 

Bagaimana mana pendapat Anda tentang web ini?

Menarik
Cukup
kurang sekali

 

Jum'at, 09 April 2010

KOMISI I DPRD PROV. JAMBI SILATURAHMI DENGAN JAJARANPEMKAB BATANGHARI


Lima dari Sembilan Anggota komisi I DPRD Prov. Jambi masing-masing H. Hasan Ibrahim, Luhut Silaban, SH, Asril, SH, Sabaruddin dan H.M. Kamaruddin, SPd, MPd dipimpin Supriyono, SH tiba di Muara Bulian Ibukota Kab. Batanghari disambut oleh Sekda Ir. Erpan, ME, Unsur Muspida dan para Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Batanghari dalam suatu pertemuan yang berlangsung Kamis, 8 April 2010 di Ruang pola Kantor Bupati.

Ketua Komisi I Supriyono, SH selaku pimpinan rombongan pada kesempatan tersebut setelah memperkenalkan rombongannya satu persatu menjelaskan kedatangan rombongannya yakni selain untuk bersilaturrahmi dengan jajaran Pemkab batnghari juga untuk mencari masukan dan kroscek LKPJ Gubernur Jambi Tahun Anggaran 2009 yakni mengkroscek Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan dana APBD Prov. Jambi di Kab Batanghari yang berkaitan dengan tugas pokok Komisi I yakni bidang, Pemerintahan, Hukum, pertanahan, Sosial Politik, Pol PP, Polri dan lain sebagainya.

Bupati Batanghari Ir. Syahirsah dalam sambutan tertulisnya dibacakan Ir. Erpan, ME pada kesempatan tersebut menjelaskan, Kabupaten yang memiliki Motto “Serentak Bak Regam “ dan beribukota Muara Bulian, merupakan salah satu dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi, yang ternyata usianya lebih tua dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Propinsi Jambi. Prov.Jambi dibentuk pada tahun 1957 dengan UU Darurat No. 19 tahun 1957 bersamaan dengan pembentukan Propinsi Sumatera Barat dan Riau, sedang Batang Hari dibentuk 1 Desember 1948 melalui Peraturan Komisaris Pemerintah Pusat di Bukit Tinggi No. 81/Kom/U tanggal 30 Nopember 1948 dengan pusat Pemerintahannya pada waktu itu Kota Jambi yang sekarang Kodya Jambi.

Kabupaten yang dibelah Sungai Batang Hari ini memiliki luas wilayah 5.809,43 kilo meter persegi dihuni 230.164 jiwa tersebar di 8 Kecamatan 100 Desa 13 Kelurahan, sebagian besar bermata pencarian sebagai petani dengan komoditi utama perkebunan Karet dan Sawit. Sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah sosial ekonomi masyarakat, pengembangan daerah ini diarahkan sebagai pusat pendidikan guna meningkatkan dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang handal, sehingga Kami memprogramkan Pendidikan Gratis Bermutu dari SD sampai dengan Tingkat SLTA, dengan demikian tidak heran bila Program Wajib Belajar 9 tahun yang dicanangkan secara nasional untuk Batang Hari ditingkatkan menjadi Program Wajib Belajar 12 tahun.

Secara geografis Batang Hari teletak di pantai timur Sumatera dan di bagian timur Provinsi Jambi, dengan batas wilayah meliputi Kabupaten Muaro Jambi di sebelah timur dan utara, Kabupaten Tebo dan Sarolangun dibagian Barat, serta Kabupaten Musi Banyu Asin Sumsel dibagian Selatan.

Sesusai UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, VISI Kabupaten “.Masyarakat Batang Hari yang Maju Adil dan Sejahtera Berlandaskan Ketaqwaan “ dijabarkan menjadi Lima MISI yaitu : Mewujudkan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Percepatan Pemerataan Pembangunan dan Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang Profesional, Akuntabel, Transparan,Partisipatif, efektif dan efisien serta Mewujudkan Tatanan Masyarakat yang Agamis, demokrasi dan menjung tinggi supremasi hukum dan HAM.

Sasaran pembangunan ditahun ke-5 dirinya menjadi Bupati, masih pada sektor pertanian tidak saja ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui intensifikasi, rehabilitasi dan diversifikasi usaha tani,tetapi juga harus mampu mewujudkan kemandirian pemerataan pembangunan, meningkatkan pendapatan, memperluas kesempatan kerja dengan selalu memperhatikan kelestarian Sumber Daya Alam(SDA) dan Lingkungan Hidup.

Besarnya peranan sektor pertanian ini sangat membantu perekonomian Kabupaten Batang Hari. Kebijakan pembangunan pertanian adalah revitalisasi pertanian yang dituangkan dalam program yang bertujuan untuk peningkatan pemanfaatan sumber daya pertanian secara optimal, dengan prinsip ekonomi kerakyatan melalui pendekatan agribisnis dan agro industri yang berbasis potensi lokal. Program utama pembangunan pertanian BatangHari yaitu Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Agribisnis.

Laju Pertumbuhan Ekonomi di Kab. Batanghari tahun 2006 5,12 %, 2007 : 5,60 % , Tahun 2008 6,24, dan tahun 2009 : 5,14 % disebabkan oleh menurunnya Sub Pertambangan dan penggalian sedng sector lain cukup stabil. Sedang PDRB dihitung tanpa Migas tahun 2006 5,69 , 2007 : 6,02 %, 2008 : 6,62 % dan tahun 2009 : 5,44 % yang juga disebabkan oleh menurunnya Sub Pertambangan dan penggalian dari 23,55 % tahun 2008 menjadi 0,59 % tahun 2009.

Pada upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan, sejak 2006Pemkab Batanghari menerapkan konsep perencanaan Pembangunan Partisipatif yakni melalui program, PPK, P2SPP dan PNPMMP hingga saat ini, dimana masayarakat terlibat langsung dalam proses pembangunan didesanya masingmasing mulai dari proses perencanaan sampai pemeriharaan hasil pembangunan.

Begitu pula dengan pelakasanaan Good Governance, sesuai PP 41 tahun 2007 tentang tata kerja Pemerintah Daerah, Pemkab menindaklanjuti dengan Perda No.4 tahun 2008 tentang satuan organisasi dan tata kerja lembaga teknis perangkat daerah, termasuk dengan membentuk BPTSP untuk mempercepat pelayanan perizinan kepada masayarakat dan dunia usaha, dan telah mampu mengeluarkan 37 jenis perizinan, sedang untuk sistim SAKIB, Kab. Batanghari telah mendapatkan penghargaan dari Menpan RI sebagai terbaik Nasional.

Bupati menjelaskan, di Era globalisasi dengan arus informasi dan komunikasi yang semakin komplek tentu tidak hanya membawa dampak positif saja akan tetapi juga menimbulkan dampak negatif. Namun semua hambatan tersebut dapat diseesaikan bersama, karena Pemkab Batanghari dengan segenap komponennya, tetap komit dan selalu bersinergi satu sama lain mulai dari bidang ekonomi, Politik, Sosial Budaya, hukum maupun bidang Hankam, yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat.

Bidang pembangunan sosial keagamaan, Pemkab Batanghari memfungsikan dan meningkatkan jumlah Da’i yang tahun 2006 berjumlah 54 orang, tahun 2009 menjadi 74 orang, memberdayakan PAMI dengan memberi insentif kepada guru ngaji, tahun 2006 guru PAMI berjumlah 1.600 orang dengan honor Rp. 200.000/orang/tahun, tahun 2009 berjumlah 2.200 orang dengan insentif Rp. 400.000/orang/tahun, Bantuan bagi pegawai syara, sebanyak 1.096 orang dengan Honor 75.000/orang/bulan, tahun 2009 menjadi 1.981 orang Rp. 150.000/orang/bulan, Santuan dana kematian bagi warga miskin Rp. 1.000.000 per orang tahun 2008, tahun 2009 menjadi Rp. 1.500.000, Bantuan DOS, Pondok Pesantren dan lain sebagainya, yang semua semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat Batanghari.

Menurut Bupati, secara umum kondisi Kamtibmas hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali, demikian pula hendaknya saat menghadapi Pilkada Gubernur Pertengahan Tahun ini dan dilanjutkan dengan Pilkda Bupati Batanghari Nopember 2010 diharapkan tetap pada kondisi yang dinamis, aman dan terkendali, sehingga nantinya dapat menjadi contoh Kabupaten lainnya di Prov. Jambi.

Sedang dampak negatif dari kemajuan zaman adalah timbulnya penyakit sosial dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan Narkoba, Miras dan PSK, sehingga Pemkab perlu meningkatkan pembangunan nilai-nilai keagamaan khususnya di kalangan generasi muda seperti mengangkat para Da’i dan ditempatkan didesa-desa, menggalakkan PAMI, memberikan honor bagi pegawai Syara, membantu pembangunan rumah ibadah dan Ponpes dan mengadakan penertiban peredaran Miras dan PSK sesuai Perda Batanghari No.10 dan 13 tahun 2002.

Kemudian untuk menciptakan Kamtibmas yang mantap dan dinamis, Pemkab Batanghari melaksanakan program Diklat kesadaran bela Negara dan Suskalak tive B, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya Kamtibmas, meningkatkan system keamanan, penegakkan hukum dan Ham serta melibatkan masyarakat dalam memperkuat keamanan seperti rekrutmen anggota Linmas ( Hansip).
Acara dilanjutkan dengan Dialog dan Tanya jawab diantara kedua belah pihak yang pada intinya anggota DPRD Prov. Jambi mempertanyakan kroscek LKPJ Gubernur Jambi tahun 2009 yang berkaitan dengan penggunaan Dana APBD Prov. Jambi 2009 di Batanghari seperti sector Kesbangpolinmas, Hukum dan Pemerintahan, khususnya yang menjadi wewenang Komisi 1 DPRD Prov. Jambi, dan semua memang ada dilaksakanan dan dinikmati oleh SKPD yang bersangkutan, diakhiri oleh tukar menukar cinderamata.

Sumber : MBH/Humas Batang Hari.

 
Pemerintah Kabupaten Batang Hari Jln. Jend. Sudirman Muara Bulian Provinsi Jambi (Team IT KPDE)
Copyright@2009
Untuk Tampilan Yang Maksimal Dianjurkan untuk memakai IE 5+